Jul 30

Outsourcing Vs Insourcing Dalam Sistem Informasi

Posted by on Jul 30 2010 at 09:58 am

I.  PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Studi Kasus METRODATA Menuju IT Outsourcing Company

Di area bisnis solusi, METRODATA menuju IT Outsourcing company. Setiap perusahaan pasti memerlukan aplikasi yang  dijalankan berbasis perangkat keras beserta operating systemsnya Ke depan, pelanggan cenderung mengalihkan pengoperasian TI nya kepada IT Outsourcing company. Selain mereka akan bisa lebih fokus pada bisnis intinya, IT Outsourcing meniadakan kompleksitas penanganan TI dari mulai pemilihan teknologi, implementasi, perawatan, hingga masalah sumberdaya manusia  yang  menanganinya.  Selain  itu  kualitas  bisa  dipertahankan  sesuai dengan SLA (service level agreement). Dan tentu saja ada
keuntungan dari sisi finance, kegagalan pemilihan teknologi dan implementasi bisa diminimalkan, dan pembayaran bisa dilakukan secara bertahap yang akan membantu cash flow perusahaan.

Namun menjadi IT Outsourcing company tidak mudah. Selain reputasi yang telah dibangun oleh METRODATA, diperlukan SDM yang terus ter-update dan bersertifikasi terhadap perkembangan teknologi TI terkini. Selain itu, faktor kepercayaan akan menjadi kunci berhasil tidaknya METRODATA menjadi IT Outsourcing company.  IT Outsourcing pun sangat luas cakupannya. Mulai dari Outsourcing :

  • Infrastruktur (helpdesk, asset management, server & storage maintenance, desktop & printer management, call center).
  • Technical   Support     (patch   management, database administration, messaging, network management, security).
  • Operation Support (data center management, back up & recovery,).
  • Business  Process (application  development,  application managed services, application service provider).

Modal  METRODATA  di  Outsourcing ini  cukup  banyak. Berbagai perusahaan besar telah memanfaatkan Outsourcing service METRODATA di berbagai area, misalnya International Nickel Indonesia (INCO), Citibank, ABN Amro, Charoen Pokhphan Indonesia, DHL Indonesia dan Mitra Adi Perkasa serta banyak lagi lainnya. Dan sebagai IT Outsourcing company, aset yang paling berharga  adalah manusia terampil dan profesional. Namun knowledge saja tidak cukup, softskill lain yang diperlukan adalah attitude dan behavior. Karena perusahaan sangat menjunjung tinggi integritas dan kepercayaan serta saling menghormati. Saat ini karyawan  METRODATA berjumlah lebih dari 520 orang karyawan. Mereka adalah aset paling bernilai bagi perusahaan.

Outsourcing harus dipandang secara jangka panjang, karena perusahaan pasti akan mengeluarkan dana lebih sebagai management fee perusahaan Outsourcing, memikirkan mengenai pengembangan karir karyawan, efisiensi dalam bidang tenaga kerja, organisasi, benefit dan lainnya. Masalahnya adalah bahwa kadang-kadang kemampuan in-house perusahaan tidak bisa mengakomodir pencapaian tersebut, sehingga perlu untuk melakukan Outsourcing pada beberapa proses atau layanan IT. Untuk itu dalam paper ini memaparkan keuntungan dan kelemahan dari pengembangan SIstem Informasi dengan menggunakan Outsourcing.

1.2. Tujuan

Penyusunan makalah ini dengan topik berkaitan dengan Outsourcing pengembangan sistem informasi, merupakan tugas akhir perkuliahan Sistim Informasi Manajemen (SIM) sebagai jawaban dari take home exam pada Triwulan 3,  bertujuan untuk menambah wawasan dan memahami pemanfaatan Outsourcing dalam pengembangan sistim informasi serta dapat memberikan pertimbangan dalam pemilihan alternatif untuk melakukan pengembangan sistim informasi.

 


II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Outsourcing

Secara umum Outsourcing diartikan sebagai pemindahan atau pendelegasian beberapa proses bisnis kepada suatu badan penyelia jasa. Dimana badan penyelia jasa tersebut melakukan proses administrasi dan manajemen berdasarkan definisi serta criteria yang telah disepakati. Outsourcing hadir karena adanya keinginan dari perusahaan (perusahaan pengguna / pemesan – user/principal) untuk menyerahkan sebagian kegiatan perusahaan kepada pihak lain (perusahaan Outsourcing) agar ia dapat berkonsentrasi penuh pada proses bisnis perusahaan (core business) Biar lebih kompetitif tujuannya. Karena itu, pekerjaan yang di-Outsourcing-kan bukanlah pekerjaan yang berhubungan langsung dengan inti bisnis perusahaan, melainkan pekerjaan penunjang (staff level ke bawah), meski terkadang ada juga posisi manajerial yang di-Outsourcing-kan, namun tetap saja hanya untuk pekerjaan dalam tenggat waktu tertentu seperti proyek.

Penggunaan Outsourcing seringkali digunakan sebagai strategi kompetisi perusahaan untuk fokus pada core business-nya. Namun, pada prakteknya Outsourcing didorong oleh keinginan perusahaan untuk menekan cost hingga serendah-rendahnya dan mendapatkan keuntungan berlipat ganda walaupun seringkali melanggar etika bisnis. Perusahaan yang menggunakan tenaga outsource diketahui 4 alasan menggunakan Outsourcing, yaitu Efektifitas manpower, tidak perlu mengembangkan SDM untuk pekerjaan yang bukan utama, memberdayakan anak perusahaan dan dealing with unpredicted business condition.

2.2 Model-model Outsourcing

Ada beberapa jenis Outsourcing adalah sebagai berikut:

  • Contracting. Merupakan bentuk penyerahan aktivitas perusahaan pada pihak ketiga yang paling sederhana dan merupakan bentuk yang paling lama. Langkah ini adalah langkah berjangka pendek, hanya mempunyai arti taktis dan bukan merupakan bagian dari strategi (besar) perusahaan tetapi hanya untuk mencari cara yang praktis saja.
  • Outsourcing. Penyerahan aktivitas perusahaan pada pihak ketiga dengan tujuan untuk mendapatkan kinerja pekerjaan yang profesional dan berkelas dunia. Diperlukan pihak pemberi jasa yang menspesialisasikan dirinya pada jenis pekerjaan atau aktivitas yang akan diserahkan.
  • In Sourcing. Kebalikan dari Outsourcing, dengan menerima pekerjaan dari perusahaan lain. Motivasi utamanya adalah dengan menjaga tingkat produktivitas dan penggunaan aset secara maksimal agar biaya satuannya dapat ditekan dimana hal ini akan meningkatkan keuntungan perusahaan. Dengan demikian kompetensi utamanya tidak hanya digunakan sendiri tetapi juga dapat digunakan oleh perusahaan lain yang akan meningkatkan keuntungan.
  • Co-Sourcing. Jenis hubungan pekerjaan dan aktivitas dimana hubungan antara perusahaan dan rekanan lebih erat dari sekedar hubungan Outsourcing. Contohnya adalah dengan memperbantukan tenaga ahli pada perusahaan pemberi jasa untuk saling mendukung kegiatan masing-masing perusahaan.

 


III. PEMBAHASAN

3.1 OUTSORCING

Pemilihan alternatif pengembangan sistem informasi yang tepat merupakan suatu keharusan bagi suatu organisasi. Kesalahan di dalam pemilihan alternatif akan menyebabkan investasi yang telah dilakukan serta waktu yang terpakai akan menjadi sia-sia. Outsourcing, sebagai salah satu alternatif pengembangan sistem informasi yang dapat diterapkan oleh suatu organisasi atau perusahaan. Kekuatan alternatif ini adalah pihak perusahaan tidak usah terlalu dipusingkan dengan masalah sistem informasi mereka. Perusahaan hanya bertanggung jawab untuk menyediakan dana yang dibutuhkan.

Masalah mengenai hardware, sofware, dan maintenance sistem merupakan tanggung jawab pihak vendor. Pilihan dilakukannya Outsourcing oleh suatu perusahaan pada intinya disebabkan semakin meningkatnya kegiatan bisnis suatu perusahaan pada satu sisi dan adanya keterbatasan SDM internal dari segi kuantitas maupun knowledge untuk mengatasi secara baik (efektif dan efisien) terhadap meningkatnya kegiatan bisnis tersebut.

Selain itu saat ini kesadaran seseorang atau perusahaan akan pentingnya perlindungan terhadap keamanan seperti jiwa, harta benda, atau karya cipta sudah semakin tinggi. Tingginya kejahatan yang memanfaatkan TI dan resiko keamanan semakin membuat seseorang memprioritaskan keamanan dalam sebuah perusahaan. Apalagi jurus yang dilakukan ”para penjahat” TI pun kian canggih. Penjelasan diatas hanya beberapa alasan perkembangan Sistem informasi di seluruh dunia. Seringkali perusahaan enggan untuk melakukan outsourcing, insourcing, atau multi-sourcing teknologi keamanan. Outsourcing harus dipandang secara jangka panjang, karena perusahaan pasti akan mengeluarkan dana lebih sebagai management fee perusahaan outsourcing, memikirkan mengenai pengembangan karir karyawan, efisiensi dalam bidang tenaga kerja, organisasi, benefit dan lainnya.

Untuk menjaga terjadinya keresahan karyawan, proses Outsourcing beberapa perusahaan membuat langkah transisi untuk menolong karyawan, misalnya jauh sebelum Outsourcing diputuskan maka secara rinci dikomunikasikan dalam beberapa pertemuan untuk staf di bagian IT, sehingga ketika Outsourcing diberlakukan para staf mengerti benar betapa pentingnya keahlian dan teknologi baru bagi perusahaan, mereka didorong untuk memperoleh keahlian baru dibawah inisiatif perusahaaan yang dikenal dengan moto ”Know IT Now or No It”

Berbagai pertimbangan yang mendorong untuk memilih Outsourcing sebagai alternatif dalam mengembangkan Sistem Informasi adalah :

  1. Biaya pengembangan sistem sangat tinggi;
  2. Resiko tidak kembalinya investasi yang dilakukan sangat tinggi;
  3. Ketidakpastian untuk mendapatkan sistem yang tepat sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan;
  4. Faktor waktu/kecepatan;
  5. Proses pembelajaran pelaksana sistem informasi membutuhkan jangka waktu yang cukup lama;
  6. Tidak adanya jaminan loyalitas pekerja setelah bekerja cukup lama dan terampil.

Kunci utama dalam kesuksesan Outsourcing adalah pemilihan vendor yang tepat (choose the right vendor) karena Outsourcing merupakan kerjasama jangka panjang sehingga penunjukan vendor yang tepat sebagai mitra perusahaan menjadi sangat krusial baik dari pertimbangan aspek teknologi, bisnis, maupun tujuan finansial. Berdasarkan hal tersebut, perusahaan dituntut untuk dapat memahami dasar pertimbangan dalam pemilihan vendor. Faktor-faktor yang diperhatikan antara lain :

  1. Pengetahuan/kemampuan dalam industri yang dibidanginya (Industry Knowledge);
  2. Kemampuan teknis;
  3. Kemampuan keuangan;
  4. Kemampuan dalam menyampaikan infrastruktur jasa yang dikelolanya.

Pada kenyataannya, Outsourching mempunyai kelemahan dalam pengembangan sistem informasi, hal ini dapat dibandingkan dengan End User Development, yang merupakan alternatif yang lebih sesuai lagi dalam pengembangan sistem informasi. Outsourcing mempunyai risiko, yaitu :

  • Ketidakfleksibilitasan
  • Kehilangan kendali
  • Pengurangan keunggulan kompetitif
  • Sistem paket
  • Tujuan yang tidak terpenuhi
  • Layanan yang kurang baik  

 

3.2 INSOURCING

Sistem informasi manajemen menitikberatkan pada informasi untuk suatu keputusan terstruktur atau informasi yang dapat diantisipasi. Hal tersebut mungkin tampak sederhana, tetapi sebenarnya menyediakan informasi untuk membantu manajer-manajer membuat keputusan-keputusan adalah tugas yang sangat sulit dan kompleks. Sistem informasi manajemen memainkan peranan penting dalam penyusunan rencana strategis, pembuatan keputusan, dan pengontrolan kegiatan-kegiatan untuk dapat mengukur tingkat keberhasilannya. In-sourcing adalah metode pengembangan sistem informasi yang hanya melibatkan sumber daya di dalam suatu organisasi atau suatu perusahaan. Sistem informasi mengenai operasi sistem pada pihak manajemen untuk memberikan pengarahan dan pemeliharaan sistem dalam hal ini pengendalian ketika sistem bertukar input dan output dengan lingkungannya.

Keuntungan

Keunggulan dalam menerapkan metode in-sourcing diantaranya :

  • Umumnya sistem informasi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan karena karyawan yang ditugaskan mengerti kebutuhan sistem dalam perusahaan.
  • Biaya pengembangannya relatif lebih rendah karena hanya melibatkan pihak perusahaan.
  • Sistem informasi yang dibutuhkan dapat segera direalisasikan dan dapat segera melakukan perbaikan untuk menyempurnakan sistem tersebut.
  • Sistem informasi yang dibangun sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan dan dokumentasi yang disertakan lebih lengkap.
  • Mudah untuk melakukan modifikasi dan pemeliharaan (maintenance) terhadap sistem informasi karena proses pengembangannya dilakukan oleh karyawan perusahaan tersebut.
  • Adanya insentif tambahan bagi karyawan yang diberi tanggung jawab untuk mengembangkan sistem informasi perusahaan tersebut.
  • Lebih mudah melakukan pengawasan (security access) dan keamanan data lebih terjamin karena hanya melibatkan pihak perusahaan.
  • Sistem informasi yang dikembangkan dapat diintegrasikan lebih mudah dan lebih baik terhadap sistem yang sudah ada.

Kelemahan

Kelemahan dalam menerapkan metode in-sourcing adalah :

  • Keterbatasan jumlah dan tingkat kemampuan SDM yang menguasai teknologi informasi.
  • Pengembangan sistem informasi membutuhkan waktu yang lama karena konsentrasi karyawan harus terbagi dengan pekerjaan rutin sehari-hari sehingga pelaksanaannya menjadi kurang efektif dan efisien.
  • Perubahan dalam teknologi informasi terjadi secara cepat dan belum tentu perusahaan mampu melakukan adaptasi dengan cepat sehingga ada peluang teknologi yang digunakan kurang canggih (tidak up to date).
  • Membutuhkan waktu untuk pelatihan bagi operator dan programmer sehingga ada konsekuensi biaya yang harus dikeluarkan.
  • Adanya demotivasi dari karyawan ditugaskan untuk mengembangkan sistem informasi karena bukan merupakan core competency pekerjaan mereka.
  • Kurangnya tenaga ahli (expert) di bidang sistem informasi dapat menyebabkan kesalahan persepsi dalam pengembangan distem dan kesalahan/resiko yang terjadi menjadi tanggung jawab perusahaan (ditanggung sendiri).


IV. KESIMPULAN

 

Berdasarkan pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan sistem informasi dalam perusahaan dapat dilakukan melalui tiga metode yaitu in-sourcing, co-sourcing, dan out-sourcing. Perusahaan harus berhati-hati dalam hal pemilihan alternatif pengembangan sistem informasi yang tepat. Kesalahan di dalam pemilihan alternatif akan menyebabkan investasi yang telah dilakukan serta waktu yang terpakai akan menjadi sia-sia. Perusahaan dapat membandingkan advantage dan disadvantage dari ketiga alternatif tersebut. Masing-masing metode memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri. Pemilihan terhadap salah satu metode pengembangan sistem informasi tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya ketersediaan dana dan kemampuan tenaga kerja.

Metode insourcing sebaiknya digunakan ketika perusahaan yakin bahwa metode tersebut memang tepat. Beberapa keunggulan dari insourcing yaitu bahwa karena yang mengembangkan sistem informasi adalah karyawan yang bekerja di perusahaan itu maka ia mengerti dan paham mengenai apa yang dibutuhkan perushaan, selain itu perusahaan juga menghemat biaya tenaga kerja. Tetapi perlu dipikirkan juga bahwa pengembangan tersebut tidak akan menggangu pekerjaan rutin si karyawan, sehingga pengerjaannya akan fokus. Apabila ternyata mengganggu maka akan mengakibatkan pengembangan tersebut justru memakan waktu yang lama

Apabila perusahaan mempertimbangkan untuk melakukan Outsourcing hendaklah beberapa hal berikut ini bisa diperhatikan.

1. Outsourcing dipilih oleh suatu perusahaan, pada intinya desebabkan semakin meningkatnya kegiatan bisnis suatu perusahaan pada satu sisi dan adanya keterbatasan SDM internal dari segi kuantitas maupun knowledge untuk mengatasi secara baik (efektif dan efisien) terhadap meningkatnya kegiatan bisnis tersebut;

2. Beberapa permasalahan yang sering timbul dengan dipilihnya Outsourcing adalah perusahaan menghadapi keresahan terhjadap karyawan, khususnya adanya rasa takut kehilangan pekerjaan yang dihadapai oleh karyawan yang sering memicu terjadinya kemarahan yang pada akhirnya akan mengganggu moral bekerja mereka, sehingga pihak manajemen perlu mengkomunikasikannya secara baik dan berterus terang atas apa yang sedang dihadapi perusahaan dan kenapa diambil langkah-langkah Outsourcing;

3.  Kunci utama dalam kesuksesan Outsourcing adalah pemilihan vendor yang tepat (choose the right vendor) karena Outsourcing merupakan kerjasama jangka panjang sehingga penunjukkan vendor yang tepat sebagai mitra perusahaan menjadi sangat krusial baik dari pertimbangan aspek teknologi, bisnis, maupun tujuan finansial;

4. Berdasarkan hal tersebut, perusahaan dituntut untuk dapat memahami dasar pertimbangan dalam pemilihan vendor. Faktor-faktor yang harus diperhatikan antar lain : Pengetahuan/kemampuan dalam industri yang dibidanginya (Industry Knowledge), kemampuan teknis, kemampuan keuangan, Kemampuan dalam menyampaikan infrastruktur jasa yang dikelolanya;

5. Satu hal yang perlu diperhatikan ketika kita memilih alternatif terbaik adalah pengimplementasian suatu sistem informasi tidak hanya tergantung pada biaya dan waktu, akan tetapi pengguna dari informasi itu sendiri juga merupakan faktor signifikan dalam pemilihan sistem informasi;

6. Outsourching mempunyai kelemahan dalam pengembangan sistem informasi, hal ini dapat dibandingkan dengan End User Development, yang merupakan alternatif yang lebih sesuai lagi dalam pengembangan sistem informasi. Kekuatan alternatif ini adalah loyalitas dan pengetahuan pelaksana benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Sedangkan manfaat yang dapat diperoleh dari alternatif ini adalah : Penghematan biaya, waktu pengembangan sistem informasi yang singkat, mudah untuk melakukan modifikasi, tanggung jawab pelaksana sistem informasi yang lebih besar, mengurangi beban kerja pelaksana sistem informasi.

 

 

KOMENTAR DI BLOG :

Beberapa komentar yang saya sampaikan terhadap Blog berkaitan dengan Outsourcing (20 Blog), berikut ini :

  1. Thanks for your information. Very useful for me, Regards, Sasmoyo.http://blog.bestsoftware4download.com/2010/02/find-the-best-Outsourcing-information-security/
  2. Thanks for the sharing. I Think the most issued is efficiency, so Outsourcing can do for that.thanks. http://advice.cio.com/beth_bacheldor/10647/does_Outsourcing_it_security_make_you_uneasy
  3. Event dan topik yang cukup menarik, mungkinkah diadakan di tempat lain ?Dan yang jelas mampu membuka wawasan mengenai Outsourcing IT..Terimakasih. http://www.sharingvision.biz/2010/05/03/it-Outsourcing-update-2010/
  4. Outsourcing adalah pilihan yang terbaik, selain dari sisi pengalaman dari vendor dan cost efficiency. Dan yang jelas service yang juga baik, Internal development kadang terasa lambat dan kesan ada pahlawan dalam kantor. Terimakasih atas sharingnya. Salam. http://www.setiabudi.name/archives/1141/comment-page-1
  5. Ulasan yang cukup menarik dan detail, Dan rasanya efficiency cost adalah hal terpenting dalam Outsourcing. http://pakpid.wordpress.com/2010/01/05/self-sourcing-in-sourcing-and-out-sourcing/
  6. I agree with this article…Efficiency is the most issued. http://www.theoutsourceblog.com/2010/06/advice-on-Outsourcing-and-information-technology-benefits/#home
  7. Good article & thanks. http://advice.cio.com/beth_bacheldor/10450/accenture_lands_an_Outsourcing_gig_from_an_offshore_client
  8. Thanks for the informations.  http://www.webpronews.com/topnews/2005/09/11/seo-tips-for-blogs-hosted-on-blogger
  9. Good article & thanks for information. http://hellomycaptain.blogspot.com/2009/10/Outsourcing-strategy-as-second-set-of.html
  10. Ulasannya cukup detail dan terstruktur, dan rasanya kesimpulan fokus terhadap core businessnya dapat dihubungkan dengan Konsep efisiensi perusahaan. Terimakasih. http://lianna.blog.binusian.org/2010/01/09/74/
  11. Rasanya factor moral juga dimaksudkan sebagai factor penting. Karena segala system yang ada adalah ada dikontrol si pembuatnya. Terimakasih http://www.ekurniawan.net/artikel-it/pentingnya-Outsourcing-bidang-teknologi-informasi-9.html
  12. Kontrak sepakatan kerja menjadi kunci dalam rencana kegiatan Outsourcing..dan yang jelas penekanan moral pegawai juga menjadi hal-hal yang tidak bisa dihindarkan.trims. http://blog.i-tech.ac.id/zarra/2009/08/10/Outsourcing-pengolahan-data/
  13. Prinsip dasarnya adalah Sistem Informasi ini harus mampu membantu semua kalangan baik organisasi kecil dan besar dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Terimakasih atas ulasannya.Salam. http://sabukhitam.com/blog/topic/internet-marketing/strategi-implementasi-sistem-informasi-pada-usaha-kecil-dan-menengah.html
  14. Outsourcing is mean efficiency…Let’s Do it..Thanks. http://ezinearticles.com/comment.php?Outsourcing-In-A-Nutshell&id=1167849
  15. Pada beberapa case yang berkaitan dengan data-data kerahasian negara mungkin ..Outsourcing harus dipertimbangkan secara lebih matang…Kasus Sisminbakum rasanya bisa menjadi cerminan kita bersama.Terimakasih. http://adabisnis.com/Outsourcing-kan-pekerjaan-anda/
  16. Rasanya ringkas dan jelas ulasannya, terimakasih banyak atas informasinya. Salam. http://triatmono.wordpress.com/2007/11/28/best-practice-it-Outsourcing/#comment-205763
  17. Perkembangan IT Outsourcing..sejalan dengan perkembangan infrastruktur dan rasanya trend itu semakin membaik dari waktu ke waktu. Trims. http://pimpimarda.blog.com/2010/01/10/it-Outsourcing/
  18. Ulasan yang detail dan menarik untuk dikaji lebih dalam.Terimakasih. http://ferry1002.blog.binusian.org/?p=128
  19. Thanks for this information. http://www.Outsourcing-weblog.com/50226711/Outsourcing_get_a_contract.php#Comments
  20. Thanks for the informations. http://soft.belhard.com/wordpress/?p=64#respond
  21. Mohon redaksi SWA bisa mengulah lebih detail dari sisi konsumen pemakai jasa IT Outsourcing. Hal-hal apa yang menjadi concern mengenai hal ini dan bila mungking bisa memberikan gambaran rangking perusahaan IT di Indonesia. http://swa.co.id/2006/08/metrodata-tetap-fokus-pada-it-Outsourcing-dan-distributor/comment-page-1/#comment-1616

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Bacheldor, Beth. 2010. Does Outsourcing IT Security Make You Uneasy? http://advice.cio.com/beth_bacheldor/10647/does_Outsourcing_it_security_make_you_uneasy

 

Bacheldor, Beth. 2010. Accenture Lands an Outsourcing Gig from an Offshore Client. http://advice.cio.com/beth_bacheldor/10450/accenture_lands_an_Outsourcing_gig_from_an_offshore_client

 

Chopra, Renu. 2010.  Advice on Outsourcing and information technology benefits. http://www.theoutsourceblog.com/2010/06/advice-on-Outsourcing-and-information-technology-benefits/

 

Dengan Outsourcing maka Anda akan lebih fokus ke pekerjaan yang Anda kuasai saja. http://adabisnis.com/Outsourcing-kan-pekerjaan-anda/

 

Dorongan Perusahaan Melakukan ‘IT Outsourcing’, http://pimpimarda.blog.com/2010/01/10/it-Outsourcing/

 

Ferry T. Pasaribu, 2010. Outsourcing, Insourcing & Selfsourcing. http://ferry1002.blog.binusian.org/?p=128

 

Find The Best Outsourcing Information Security, 2010. http://blog.bestsoftware4download.com/2010/02/find-the-best-Outsourcing-information-security

Hidayat, Filsuf. 2009.  Outsourcing Strategy As A Second Set Of Strategic Choicehttp://hellomycaptain.blogspot.com/2009/10/Outsourcing-strategy-as-second-set-of.html

IT Outsourcing Update, 2010. http://www.sharingvision.biz/2010/05/03/it-Outsourcing-update-2010/

Kurniawan, Eka. 2009. Pentingnya Outsourcing bidang teknologi informasi. http://www.ekurniawan.net/artikel-it/pentingnya-Outsourcing-bidang-teknologi-informasi-9.html

Lianna, 2010. IT Outsourcinghttp://lianna.blog.binusian.org/2010/01/09/74/

O’Brien. J. 2005. Pengantar Sistem Informasi Perspektif Bisnis dan Manajerial. Edisi 12. Salemba Empat. Jakarta.

O’Brien, J.A. & Marakas, G.M. (2006). Introduction to Information Systems, 7th Ed., McGraw-Hill/Irwin. New York.

Outsourcing pengolahan data. http://blog.i-tech.ac.id/zarra/2009/08/10/Outsourcing-pengolahan-data/

Self-Sourcing, In-Sourcing, and Out-Sourcing. http://pakpid.wordpress.com/2010/01/05/self-sourcing-in-sourcing-and-out-sourcing/

Sharma, Jatin. 2007.  IT Outsourcing -BatterSense strategic Service. http://www.webpronews.com/topnews/2005/09/11/seo-tips-for-blogs-hosted-on-blogger

Strategi Implementasi Sistem Informasi Pada Usaha Kecil dan Menengah. http://sabukhitam.com/blog/topic/internet-marketing/strategi-implementasi-sistem-informasi-pada-usaha-kecil-dan-menengah.html

SWA, 2006 Metrodata Tetap Fokus pada IT Outsourcing dan Distributor

http://swa.co.id/2006/08/metrodata-tetap-fokus-pada-it-Outsourcing-dan-distributor/comment-page-1/#comment-1616

Triatmono, 2007. Best Practice IT Outsourcing…!!!. http://triatmono.wordpress.com/2007/11/28/best-practice-it-Outsourcing/#comment-205763

Yudistira, Yuan “Outsourcing In A Nutshell.” Outsourcing In A Nutshell EzineArticles.com. http://ezinearticles.com/?Outsourcing-­In-­A-­Nutshell&id=1167849

Skip to toolbar